Senin, 18 November 2013

Cara Membuat Tempat Pensil dari Pelepah Pisang



Cara Membuat Tempat Pensil dari Pelepah Pisang

Sebagian manyarakat mengangggap bahwa limbah pelepah pisang tidak ada manfaat nya dalam kehidupan sehari-hari. Namun beberapa kalangan masyarakat berusaha menciptakan sebuah inovasi. Salah satu nya dengan mengolah limbah atau sampah pelepah pisang menjadi sebuah benda yang dapat dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Salah satunya dengan memanfaatkan pelepah pisang menjadi kebutuhan hidup seperti tempat pensil.
Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan ini cukup mudah di dapat serta dapat di buat dari semua kalangan baik muda, tua, maupun pelajar.


1.       Pelepah pisang
2.       Gunting
3.       Kertas karton , kertas ini digunakan untuk membuat pola betuk yang kita inginkan dalam membuat tempat pensil , umumnya berbentuk tabung.
4.       Hiasan berupa biji-bijian atau manik-manik
5.       Pensil
6.       Lem, upayakan menggunakan lem dengan daya lekat tinggi
Langkah-langkah pembuatan kotak pensi :
1.       Siapkan pelepah pisang yang telah kering, pengeringan pelepah pisang biasanya menggunakan energy cahaya matahari .
2.       Tempelkan pelepah pisang yang telah kering pada kertas karton yang telah dibentuk pola kotak pensil.
3.       Pada proses pengeleman , dianjurkan untuk menggunakan lem dengan daya lekat tinggi untuk memperoleh hasil yang maksiamal, biasa nya menggunakan lem G.
4.       Tunggu sampai kering, proses pengeringan membutuhkan waktu yang cukup lama, agar benar-benar kering. Jika telah kering tambhakan dengan hiasan yang telah di sediakan. Bias berupa manik-manik atau hiasan lainnya.
5.       Jadilah tempat pensil sederhana , hal sekecil ini sangat dibutukan untuk mengurangi sampah di lingkungan sekitar kita.

Membuat Wadah Tisu dengan Menggunakan Kardus Bekas



Alat                            :
1.      Gunting
2.      Penggaris
3.      Lem tembak
4.      Cutter
Bahan                          :
1.      Kardus / Karton bekas
2.      Sedotan / Kain Flanel/ koran bekas
3.      Cat warna biru, kuning, merah, pink, hijau, ungu, orange, putih.

Cara Membuat           :
1.      uat Karton menjadi tempat tisu. Pertama, buat tempatnya dulu lalu tutup tisu seperti kubus dengan ukuran 20 cm x 11cm x 8,5 cm. *Sisihkan kira-kira 2 cm pada sisi pola untuk tempat merekatkan lem nantinya. Lipat bagian pola, dan lem semuanya dengan kuat.



2.      Kedua, buat tutup tempat tisu. Dengan pola yang sama tetapi pada tinggi kubus hanya 3cm saja. Setelah jadi, potong bagian tengahnya jadi terlihat bolong pada tengahnya. Tutup tempat tisunya.
3.      Untuk hiasan, bisa menggunakan kain Flanel, sedotan atau Koran. Jika menggunakan flannel, potong flannel kecil lalu gulung dan tempelkan pada tempat tisu dengan menggunakan lem tembak. Pasang hiasan flannel sampai rata semua. Kombinasikan semua warna agar terlihat lebih menarik lagi. Satukan kain flannel beda warna dalam satu gulungan agar terlihat lebih cantik. Jika menggunakan sedotan, cuci sedotan terlebih dahulu lalu gulung sedotan dan lem pada bagian ujung gulungan lalu tempel pada tempat tisu. Beri banyak warna pada sedotan agar lebih indah. Jika menggunakan Koran, pertama kita ambil Koran lalu plintir-plintir Koran dan basahi dan gulung koran setelah itu keringkan dibawah terik matahari. Setelah Koran kering, cat Koran dengan warna yang bervariasi. Tambahkan gambaran-gambaran imajinasi pada saat mengecat Koran.
4.      Silahkan mencoba.



Membuat Kalung dari kain bekas



Mau tampil keren?? Tapi nggak punya modal buat tampil keren, atau lagi bokek?? Disini, aku punya solusinya. Dilihat dari barang-barang yang tidak digunakan lagi alias barang-barang bekas yang udah nggak dipakai kita bisa menyulap itu semua menjadi barang-barang unik dan cantik. Caranya mudah kok, yuk kita simak!! Pertama siapkan alat dan bahan :
1.       Pita bekas
2.       Kain bekas bermotof dan polos berwarna cerah
3.       Lem
4.       Gunting
5.       Kawat
6.       Kain bekas
7.       Rantai kalung
8.       Tang
Caranya                :
1.       Ambil kain bermotif potong memanjang sehingga kreasi membuat kalung dari kain bekas akan membentuk lingkaran saat digulung. Potong dengan teratur dan rapi.
2.        Jahit pinggiranya dengan rapi. Lakukan hal yang sama pada kain polos. Gunakan variasi warna kain agar memiliki efek warna saat digulung. Dan akan terlihat bagus ketika warna-warna itu disatukan.
3.       Gulung kain dengan menyatukan beberapa warna tersebut. Lalu lem antara kain satu dan yang lainya sampai membentuk lingkaran yang bagus. Pastikan lemnya tidak terlalu banyak agar tidak menimbulkan efek kurang rapi pada liontin kalung.
4.       Potong kawat kira-kira 4cm lalu lekuk kawat menjadi lingkaran. Pada atas gulungan kain tadi pasang lingkaran kawat lalu kunci kawat dengan menggunakan tang agar kawat dengan gulungan kain tidak mudah lepas.
5.       Pasang rantai atau pita pada kawat dengan liontin. Lihat dan perhatikan bagian yang kurang rapi. Jika belum rapi benahi lagi hingga rapi. 

Silahkan mencoba 

 

Keranjang Cantik



Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern. Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan.

Manfaat Dari Daur Ulang :

1. Menghemat energi
Produk baru yang diproduksi dari bahan baku yang diperoleh dari produk daur ulang, akan menghemat banyak energi yang dikonsumsi di dalam proses produksi. Berbeda dengan produk baru yang dibuat pertama kali dari bahan mentah yang masih baru, jumlah energi yang dikonsumsi jauh lebih tinggi. Dengan daur ulang akan menghemat energi yang dibutuhkan untuk memperoleh dan mengangkut bahan baku.

2. Mengurangi Polusi
Membantu dalam mencegah pemanasan global. Dengan meminimalkan energi yang dihabiskan untuk produksi industri. Hal itu juga membantu dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

3. Menghemat SDA
Kita tahu bahwa daur ulang melibatkan pengolahan dan penggunaan unsur-unsur inti dari produk lama untuk memproduksi produk baru. hal ini membantu dalam menghemat sumber daya alam kita.

4. Manfaat Ekonomis
Mirip dengan menghemat energi dan sumber daya alam, daur ulang juga membantu dalam menghemat banyak biaya. Ini juga menciptakan peluang kerja bagi banyak orang, yang terlibat dalam berbagai proses.

5. Menghemat ruang
Sebagian besar tempat pembuangan sampah diisi dengan banyak sampah yang didaur ulang. Beberapa sampah membutuhkan waktu lama untuk dapat terurai. Daur ulang memungkinkan penggunaan yang tepat dari produk-produk sampah dan menghemat ruang untuk tempat pembuangan sampah.
Saya akan mengangkat tema tentang daur ulang Koran menjadi keranjang cantik.

Tidak hanya botol bekas dan kain perca yang bisa untuk membuat kerajinan yang bernilai jual tinggi, Koran bekas pun bisa kita olah menjadi sebuah kerajinan yang unik dan mempunyai nilai jual tinggi. Kerajinan tangan dari kertas koran bekas ini sudah sangat banyak digunakan oleh creator para pengrajin, khususnya kerajinan tangan dari barang bekas. kerajinan tangan dari kertas koran bekas sangat banyak menghasilkan karya yang begitu cantik dan unik dengan sedikit sentuhan dari keterampilan dalam membuat kerajinan tangan. berikut ini hasil dari kerajinan tangan dengan menggunakan koran bekas :





Berikut ini bahan, alat dan langkah-langkah cara membuat keranjang pakaian dari koran bekas :

Alat :
  1. Gunting
  2. Cutter
  3. Meteran
  4. Tang
  5. Palu
  6. Alat pendukung lainnya

Bahan :
  1. Koran Bekas
  2. Lem
  3. Kawat
  4. Vervis / Cat
Cara Membuat :
  1. Proses pertama diawali dengan membagi atau memotong kertas koran dan menggulungnya sebanyak kebutuhan.
  2. Satu lembar koran biasanya dibagi 6 hingga 8 bagian memanjang.
  3. Setelah itu diplintir atau digulung kecil-kecil atau sesuai ukuran yang diinginkan.
  4. Menggulungnya menggunakan kawat atau lainnya sesuai ukuran sehingga gulungan menjadi sama besarnya dan di bagian ujung akhir penggulungan dilem agar tidak terlepas.
  5. Setelah itu dianyam seperti lazimnya menganyam kerajinan anyam lainnya dengan hitungan keluar masuk dan atas bawah sesuai motif yang diinginkan atau teknik seperti jahitan.
  6. Rangkanya dipakai kawat steinless yang juga dilapisi koran.
  7. Di tiap akhir anyaman, untuk menguatkan ikatan ujungnya hanya memakai teknik selip–menyelipkan tiap ujungnya pada anyaman terakhir tanpa harus diikat.
  8. Di beri lapisan vernis atau dicat sesuai dengan warna yang diinginkan.
  9. Terakhir, dapat ditambahkan aksesoris seperti bunga atau kupu-kupu dll, untuk mempercantik.
Selamat mencoba.